Oleh-oleh Jakarta

Bagi kami  wartawan, mata dan ponsel tak bisa dipisahkan.
Mata untuk menangkap kejadian.
Ponsel untuk mengabadikan. 

Selepas Kerja – Kunjungan ke ibukota satu minggu lalu menjadi reuni bagi saya. (Sebenarnya, setiap kali kunjungan ke Jakarta, setelah saya pindah kota, selalu menjadi reuni.)

Menatap sudut-sudut kota yang saya lewati, kenangan semasa menjadi ‘kuli’ pun langsung terlintas.

Bagaimana saya melaju bebas di jalanan besar Jakarta, dengan motor Honda Vit ber-plat nomor Surabaya, warisan semasa kuliah. Panasnya ibukota saya hadang dengan jaket biru dan hijau yang dipakai bergantian setiap tiga hari sekali. Beberapa bulan sebelum berhenti, saya membeli helm baru yang lebih mendekati SNI, karena helm sebelumnya tidak dilengkapi penghalau debu wajah dan tali ‘klik’ yang layak. Dan, satu lagi. Sepatu Converse kesayangan yang saya beli  dihadiahkan ibu saya yang saya terima dengan bangga, saat diterima sebagai kuli di kantor tersebut. Sneakers pertama yang mentahbiskan saya sebagai (seperti) anak gaul sesungguhnya.

Sedikit mengulang koordinasi otak dan badan semasa menjadi kuli, saya langsung mengabadikan sudut kota dengan kamera ponsel saya. Mohon maklumi foto yang kurang bagus akibat pengambilan di malam hari.

Dan, jepretan favorit saya. 

20140102_164236

Dari jembatan ‘iblis’ busway Semanggi.
(Sekarang saya mengerti mengapa beberapa orang berhenti di tengah jembatan untuk mengambil foto)

 

10 Januari 2014, pukul 16.39 WIB 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s