Asap 2015. Ayo Pakai Masker!

Sudah banyak dengar berita tentang asap, dong? Di Riau, Palembang, Jambi, Palangkaraya, termasuk Pontianak. Sudah dengar tuntutan dari berbagai lembaga maupun perseorangan juga, kan? 

Tanpa disengaja, isu asap ternyata menjadi isu yang paling sering ditulis di blog ini.  Pertama ini, lalu ini. Keduanya ditulis dua tahun lalu. Isinya, sama: keluhan tentang asap, dan kebingungan mengapa momen itu terus berulang. Dua tahun kemudian, kalau saya menulis postingan ini hari ini, pasti isinya juga kurang lebih sama.

Cuman, ada yang sedikit berbeda kali ini. Temen-temen saya sedang demen-demennya bikin video berjenis vlog.

vlog
vläɡ/
noun
  1. a blog in which the postings are primarily in video form.
    “you can add travel vlogs to the growing list of travel-related material popping up on the Web”
    sumber : Google

Karena sini anaknya kadang mudah goyah, jadi hari ini saya ikut bikin vlog. Temanya, tentang asap.

Awalnya hanya ingin merekam tentang ASAP dan bagaimana penampakannya. Banyak sih beritanya di televisi, tapi kalau bisa ditangkap dengan ‘mata’ sendiri, rasanya kok bakalan beda ‘rasanya’ (tentu jangan dibandingkan teknis gambarnya). Setelah muter-muter jalan satu dua jam, ternyata saya menemukan fakta lain atas kejadian asap di Pontianak ini.

Banyak yang masih tidak mengenakan masker saat berada di jalan. 

Kalau didata, dari 10 pengendara yang lewat, hanya 2 atau 3 saja yang mengenakan masker.

Padahal…

Harga masker hanya 2.000 rupiah. Kalaulah tidak ingin boros, bisa beli 2 masker berbahan kain seharga @10 ribu rupiah. Penggunaannya bisa ganti-gantian. Kalau saya sih, sering mengalasi masker dengan tisu, jadi tinggal tisu-nya aja yang diganti. Pakai masker juga tidak sulit. Tinggal dikaitkan di kuping, atau diikat di belakang kepala.

Lalu, kenapa masih nggak mau pakai masker? *gemes

Begini.

Seperti yang sudah disampaikan di atas tadi, sudah banyak lembaga atau komunitas yang menuntut pemerintah untuk menangkap pengusaha yang bertanggung jawab atas pembakaran hutan. Pemerintah juga bilang akan segera menindak oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Jadi, sembari menunggu mereka-mereka yang punya kuasa itu bertindak, dan berdoa agar yang bertanggungjawab segera ditangkap, kita yang masyarakat biasa harus tetap menjaga kesehatan diri sendiri. Jangan sampai karena cuek-cuek aja sama asap, jadi terserang batuk, sesak nafas, atau penyakit-penyakit lain, lalu harus ijin kerja, bolos sekolah, absen jaga toko. Toh, seminim-minimnya kekuatan masker untuk menghalang si asap, masih lebih baik memakai masker daripada ‘telanjang hidung’.

Ayo dong, pake maskernya.

Put your mask on. Save yourself. 

*Vlog perdana. Diambil dan disunting dengan iPhone 4S.